Kamis, 02 Maret 2017

TEORI ASKEP KOMUNITAS

BAB 2
TINJAUAN TEORI

Tujuan Pembangunan Kesehatan Nasional adalah untuk mencapai hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dengan demikian pembangunan di bidang kesehatan mempunyai arti penting dalam kehidupan nasional khususnya dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu modal dasar pembangunan nasional.
Berdasarkan tujuan pembangunan nasional yang ingin dicapai oleh pemerintah Indonesia, maka direncanakanlah suatu strategi pendekatan untuk menggalang potensi yang ada pada masyarakat sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatannya secara mandiri melalui perawatan kesehatan komunitas.
2.1     Perawatan Kesehatan Komunitas
Perawatan kesehatan menurut Ruth B. Freeman (1961) adalah sebagai suatu lapangan khusus di bidang kesehatan, keterampilan hubungan antar manusia dan keterampilan organisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada tenaga sosial demi untuk memelihara kesehatan masyarakat. Oleh karenanya perawatan kesehatan masyarakat ditujukan kepada individu-individu, keluarga, kelompok-kelompok yang mempengaruhi kesehatan terhadap keseluruhan penduduk, peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, koordinasi dan pelayanan keperawatan berkelanjutan dipergunakan dalam pendekatan yang menyeluruh terhadap keluarga, kelompok dan masyarakat.
Keperawatan komunitas perlu dikembangkan di tatanan pelayanan kesehatan dasar yang melibatkan komunitas secara aktif, sesuai keyakinan keperawatan komunitas. Sedangkan asumsi dasar keperawatan komunitas menurut American Nurses Assicoation (ANA, 1980) didasarkan pada asumsi:
1.    Sistem pelayanan kesehatan bersifat kompleks.
2.    Pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier merupakan komponen pelayanan kesehatan.
3.    Keperawatan merupakan sub sistem pelayanan kesehatan, dimana hasil pendidikan dan penelitian melandasi praktek.
4.    Fokus utama adalah keperawatan primer sehingga keperawatan komunitas perlu dikembangkan di tatanan kesehatan utama.
Adapun unsur-unsur perawatan kesehatan mengacu kepada asumsi-asumsi dasar mengenai perawatan kesehatan masyarakat, yaitu:
1.    Bagian integral dari pelayanan kesehatan khususnya keperawatan.
2.    Merupakan bidang khusus keperawatan.
3.    Gabungan dan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu sosial (interaksi sosial dan peran serta masyarakat).
4.    Sasaran pelayanan adalah individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit.
5.    Ruang lingkup kegiatan adalah upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan resosialitatif dengan penekanan pada upaya preventif dan promotif.
6.    Melibatkan partisipasi masyarakat.
7.    Bekerja secara team (bekerjasama).
8.    Menggunakan pendekatan pemecahan masalah dan perilaku.
9.    Menggunakan proses keperawatan sebagai pendekatan ilmiah.
10. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Keyakinan keperawatan komunitas yang mendasari praktik keperawatan komunitas adalah:
1.    Pelayanan kesehatan sebaiknya tersedia, dapat dijangkau dan dapat diterima semua orang.
2.    Penyusunan kebijakan seharusnya melibatkan penerima pelayanan dalam hal ini komunitas.
3.    Perawat sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan perlu terjalin kerjasama yang baik.
4.    Lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas baik bersifat mendukung maupun mengahambat.
5.    Pencegahan penyakit dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan.
6.    Kesehatan merupakan tanggung jawab setiap orang.
Berdasarkan pada asumsi dasar dan keyakinan yang mendasar tersebut, maka dapat dikembangkan falsafah keperawatan komunitas sebagai landasan praktik keperawatan komunitas. Dalam falsafah keperawatan komunitas, keperawatan komunitas merupakan pelayanan yang memberikan perhatian etrhadap pengaruh lingkungan (bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual) terhadap kesehatan komunitas, dan memberikan prioritas pada strategi pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Falsafah yang melandasi keperawatan komunitas mengacu kepada paradigma keperawatan yang terdiri dan 4 hal penting, yaitu: manusia, kesehatan, lingkungan dan keperawatan sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.    Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur dan manusiawi yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
2.    Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehat khususnya dan masyarakat yang sehat pada umumnya.
3.    Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus terjangkau dan dapat diterima oleh semua orang dan merupakan bagian integral dan upaya kesehatan.
4. Upaya preventif dan promotif merupakan upaya pokok tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.
5. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung secara berkesinambungan.
6.    Perawatan kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien sebagai konsumer pelayanan keperawatan dan kesehatan, menjamin suatu hubungan yang saling mendukung dan mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan pelayanan kesehatan ke arah peningkatan status kesehatan masyarakat.
7.    Pengembangan tenaga keperawatan kesehatan masyarakat direncanakan secara berkesinambungan dan terus menerus.
8.    Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggung jawab atas kesehatannya, is harus ikut dalam upaya mendorong, mendidik dan berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan mereka sendiri.
2.2.      Pengorganisasian Komunitas
            2.2.1    Pengertian Pengorganisasian
                        Adalah proses memberi dukungan secara terus menerus dalam hal :
a.  Mendidik untuk tahu dan sadar secara kritis dengan situasi yang ada
b.  Bekerja sama mengumpulkan data dan mengidentifikasi masalah
c.  Menggerakkan & mengembangan kemampuan menyelesaikan masalah
            2.2.2    Komponen Pengorganisasian Komunitas
a.  Membangun keterbukaan dibimbing untuk mengerti situasinya sendiri, sehiangga komunitas mengerti kekuatan dan kelemahan
b.  Melatih dan mengembangkan kemandirian untuk memutuskan sendiri tindakan yang tepat mengatasi masalah melalui pendekatan partisipatif.
c.  Mobilisasi yang bersama-sama melibatkan lintas program dan lintas sektoral.
            2.2.3    Prinsip Pengorganisasian
a.  Didasarkan nilai-nilai di masyarakat : bebas memilih, kesejahtraan, keadilan, kemanfaatan
b.  Saling percaya : kemampuan dan kekuatan untuk berubah sehingga dapat membangun dari dan untuk komunitas.
c. Minat : keinginan untuk berubah digali dari minat masyarakat
d. Partisipasi aktif
            2.2.4    Model Pengorganisasian Komunitas
Menurut rothman (1974) :
a.   Locality development (pengembangan wilayah setempat) peran serta masyarakat untuk mandiri.
Prinsip :
1. Menggunakan potensi yang ada di kopmunitas
2. Melibatkan komunitas secara aktif sesuai kemampuan : untuk menyelesaikan masalah
3.  Perawat komunitas sebagai fasilitator, koordinator, edukator.
4.  Komunitas : berperan aktif menyelesaikan peran ini secara bertahap menggantikan peran perawat
                        b.   Sosial planning : rencana para ahli dan digunakan birokrasi
1.    Keptutusan komunitas berdasarkan :
a.         Fakta atau data yang dikumpulkan
b.        Membuat keputusan secara rasional
2.    Prinsip : penyelesaiaan masalah , proses harus cepat untuk mencapai tujuan
3.    Pendekatan langsung ( perintah untuk merubah masyarakat dan pendekatan pada perencanaan )
4.    Komunitas bersifat pasif
5.    Perawat komunitas : sebagai pengumpul fakta, analisa, fasilitator dan pelaksana program.
                          c. Sosial action : fokus pada korban
1.  Pendekatan dilakukan untuk mengayur masalah-masalah di komunitas yang bersifat ancaman : wabah, bencana
2.   Penekanan pada proses
3.   Fokus utama : transfer kekuatan pada tingkat kelompok
4.   Komunitas berperan sebagai pekerja untuk mengatasi masalah
5.   Perawat komunitas : aktivis, negosiator
2.2.5    Tahap Pengorganisasian
1. Fase persiapan
a.    Memilih area
b.    Memilih cara kontak
c.    Mempelajari masyarakat
d.   Integrasi dengan masyarakat
2. Fase Organisasi
a.    Sosialisasi tercapai
b.    Pembentukan kelompok kerja kesehatan
c.    Pengakuan atau pengesahan kelompok kerja kesehatan oleh lurah
3. Fase Edukasi dan latihan
a.    Pertemuan yang teratur dengan kelompok komunitas
b.    Melakukan pengkajian untuk menetapkan masalah komunitas
c.    Rencana tindakan dan kaji sumber
d.   Edukasi dan latihan kader
e.    Lakukan pelayanan
4. Fase Formasi Kepemimipinan
a.     Memberi dukungan  dan latihan keterampilan
b.    Mengarahkan pertemuan secara teratur, menyimpulkan hal-hal yang di bahas dan evaluasi proses yang dilaksanakan
c.    Mengembangkan ketrampilan kepemimpinan
5. Fase Koordinasi Intersektoral
a.    Kerjasama intersektoral dan lintas sektor
b.    Menetapkan jalur kerjasama
6. Fase Akhir
Melakukan supervisi bertahap sehingga :
a.    Kematangan kelompok bertahap
b.    Menetapkan tindak lanjut komunitas
2.2.6    Sifat Pengorganisasian
a.       Fleksibel : Kebutuhan disesuaikan dengan sumber daya
b.      Kreatif : Upaya yang dilakukan bersifat membangun


2.3     Tujuan Perawatan Kesehatan Komunitas
2.3.1    Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal agar dapat menjalankan fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki.
2.3.2    Tujuan Khusus
Untuk meningkatkan berbagai kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam hal:
1)    Mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi.
2)    Menetapkan masalah kesehatan/keperawatan dan prioritas masalah.
3)    Merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan/keperawatan.
4)    Menanggulangi masalah kesehatan/keperawatan yang mereka hadapi.
5)    Penilaian hasil kegiatan dalam memecahkan masalah kesehatan/keperawatan.
6)    Mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan/keperawatan.
7)    Meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri (self care).
8)    Menanamkan perilaku sehat melalui upaya pendidikan kesehatan, dan
9)    Lebih spesifik lagi adalah untuk menunjang fungsi Puskesmas dalam menurunkann angka kematian bayi, ibu dan balita serta diterimanya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
10) Tertanganinya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap masalah kesehatan.
2.4     Sasaran
Sasaran perawatan kesehatan komunitas adalah individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, baik yang sehat maupun yang sakit yang mempunyai masalah kesehatan/perawatan.
2.4.1    Individu
Individu adalah bagian dan anggota keluarga. Apabila individu tersebut mempunyai masalah kesehatan/keperawatan karena ketidalcmampuan merawat diris endiri oleh suatu hal dan sebab, maka akan dapat mempengaruhi anggota keluarga lainnya baik secara fisik, mental maupun sosial.
2.4.2    Keluarga
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, terdiri atas kepala keluarga, anggota keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam suatu rumah tangga karena pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi, satu dengan lainnya saling tergantung dan berinteraksi. Bila salah satu atau beberapa anggotat keluarga mempunyai masalah kesehatan/keperawatan, maka akan berpengaruh terhadap anggota keluarga lainnya dan keluarga-keluarga yang ada disekitarnya.
2.4.3    Kelompok Khusus
Kelompok khusus adalah kumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin, umur, permasalahan, kegiatan yang terorganisasi yang sangat rawan terhadap masalah kesehatan. Termasuk diantaranya adalah:
1)    Kelompok khusus dengan kebutuhan khusus sebagai akibat perkembangan dan petumbuhannya, seperti:
a. Ibu hamil
b. Bayi Baru lahir
c. Balita
d. Anal usia sekolah
e. Usia lanjut
2)    Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan serta asuhan keperawatan, diantaranya adalah:
a. Penderita penyakit menular, seperti: TBC, Lepra, AIDS, penyekit kelamin lainnya.
b. Penderita dengan penyakit tak menular, seperti: penyakit diabetes mellitus, jantung koroner, cacat fisik, gangguan mental dan lain sebagainya.
3)    Kelompok yang mempunyai resiko terserang penyakit, diantaranya:
a. Wanita tuna susila
b. Kelompok penyalahgunaan obat dan narkoba
c. Kelompok-kelompok pekerja tertentu
d. Dan lain-lain
4)    Lembaga sosial, perawatan dan rehabilitasi, diantaranya adalah:
a. Panti wredha
b. Panti asuhan
c. Pusat-pusat rehabilitasi (cacat fisik, mental dan sosial)
d. Penitipan balita
2.4.4    Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur din mereka dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas yang telah ditetapkan dengan jelas. Masyarakat merupakan kelompok individu yang saling berinteraksi, sating tergantung dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Dalam berinteraksi sesama anggota masyarakat akan muncul banyak permasalahan, baik permasalahan sosial, kebudayaan, perekonomian, politik maupun kesehatan khususnya.
2.5     Ruang Lingkup Perawatan Kesehatan Komunitas
Ruang lingkup praktik keperawatan masyarakat meliputi: upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialisasi).
Dalam memberikan asuhan keperawatan komunitas, kegiatan yang ditekankan adalah upaya preventif dan promotif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif, rehabilitatif dan resosialitatif.
2.5.1    Upaya Promotif
Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan jalan memberikan:
1)    Penyuluhan kesehatan masyarakat
2)    Peningkatan gizi
3)    Pemeliharaan kesehatan perseorangan
4)    Pemeliharaan kesehatan lingkungan
5)    Olahraga secara teratur
6)    Rekreasi
7)    Pendidikan seks
2.5.2    Upaya Preventif
Upaya preventif ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan terhadap kesehatan terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat melalui kegiatan:
1)    Imunisasi massal terhadap bayi, balita serta ibu hamil
2)    Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui Posyandu, Puskesmas maupun kunjungan rumah
3)    Pemberian vitamin A dan yodium melalui Posyandu, Puskesmas ataupun di rumah
4)    Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan meyusui
2.5.3    Upaya Kuratif
ditujukan untuk merawat dan mengobati anggota-anggota keluarga, kelompok dan masyarakat yang menderita penyakit atau masalah kesehatan, melalui kegiatan:
1)    Perawatan orang sakit di rumah (home nursing)
2)    Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari Puskesmas dan ramah sakit.
3)    Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis di rumah, ibu bersalin dan nifas.
4)    Perawatan payudara
5)    Perawatan tali pusat bayi baru lahir
2.5.4    Upaya Rehabilitatif
Upaya rehabilitatif merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderita­-penderita yang dirawat di rumah, maupun terhadap kelompok-kelompok tertentu yang menderita penyakit yang sama, misalnya Kusta, TBC, cacat fisik dan lainnya, dilakukan melalui kegiatan:
1)    Latihan fisik, baik yang mengalami gangguan fisik seperti penderita Kusta, patch tulang mapun kelainan bawaan
2)    Latihan-latihan fisik tertentu bagi penderita-penderita penyakit tertentu, misalnya TBC, latihan nafas dan batuk, penderita stroke: fisioterapi manual yang mungkin dilakukan oleh perawat

2.5.5    Upaya Resosialitatif
Upaya resosialitatif adala upaya mengembalikan individu, keluarga dan kelompok khusus ke dalam pergaulan masyarakat, diantaranya adalah kelompok-­kelompok yang diasingkan oleh masyarakat karena menderita suatu penyakit, misalnya kusta, AIDS, atau kelompok-kelompok masyarakat khusus seperti Wanita Tuna Susila (WTS), tuna wisma dan lain-lain. Disamping itu, upaya resosialisasi meyakinkan masyarakat untuk dapat menerima kembali kelompok yang mempunyai masalah kesehatan tersebut dan menjelaskan secara benar masalah kesehatan yang mereka derita. Hal ini tentunya membutuhkan penjelasan dengan pengertian atau batasan-batasan yang jeals dan dapat dimengerti.
2.6     Kegiatan Praktek Profesi Keperawatan Komunitas
Kegiatan studi klinik keperawatan komunitas yang dilakukan mahasiswa STIKES mempunyai lahan yang luas dan tetap menyesuaikan dengan tingkat pelayanan kesehatan wilayah kerja perawat, tetapi secara umum kegiatan studi klinik keperawatan komunitas adalah sebagai berikut:
1)      Pembukaan praktek di Balai Desa Kedungasri
2)      Orientasi dan wawancara kepala dusun dan kader
3)      Pembuatan rencana kerja struktur klompok
4)      Pembuatan format pengkajian
5)      Pembagian kerja pengkajian askep komunitas
6)      Perkenalan warga dan kader poskesdes/ posyandu
7)      Sosialisasi format pengkajian
8)      Pengumpulan data status kesehatan masyarakat
9)      Tabulasi hasil pengkajian
10)  Analis data dan penyajian pengkajian
11)  Pembentukan panitia MMD
12)  Pelaksanaan pra MMD
13)  Persiapan MMD atau simulai MMD
14)  Penyajian hasil pendataan di Masyarakat melalui MMD
15)  Mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat bersama – sama dengan masyarakat
16)  Bersama – sama masyarakat menyusun rencana tindakan perawatan kesehatan masyarakat
17)  Pengumpulan data askep keluarga
18)  Rumusan diagnosa keperawatan keluarga
19)  Rumusan rencana tindakan askep keluarga
20)  Implementasi askep keluarga
21)  Evaluasi askep keluarga
22)  Bekerjasama dengan puskesmas dan masyarakat melaksanakan rencana tindakan keperawatan kesehatan masyarakat
23)  Mengevaluasi hasil kegiatan perawatan kesehatan masyarakat
24)  Melaksanakan pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan perawatan kegiatan masyarakat
25)  Konsultasi hasil kegiatan dengan pembimbing lapangan dan institusi
26)  Membuat laporan hasil kegiatan askep komunitas dan keluarga
27)  Menyrahkan laporan hasil kegiatan kelompok rangkap 3
28)  Menyerahkan laporan askep keluarga rangkap 3
29)  Presentasi kelompok di masing – masing dusun atau lokasi
2.7     Model Pendekatan
  Pendekatan yang digunakan perawat dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat secara keseluruhan adalah pendekatan pemecahan masalah (problem solving approach) yang dituangkan dalam proses keperawatan dengan memanfaatkan pendekatan epidemiologi yang dikatkan dengan upaya kesehatan dasar (PHC).
Pendekatan pemecahan masalah dimaksudkan bahwa setiap masalah kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok dan masyakrakat akan dapat diatsi oleh perawat melalui keterampilan melaksanakan intervensi keperawatan sebagai bidang keahliannya dalam melaksanakan profesinya sebagai perawat kesehatan masyarakat.
Bila kegiatan perawatan komunitas dan keluarga menggunakan pendekatan terhadapat keluarga binaan disebut dengan family approach, maka bila pembinaann keluarga berdasarkan atas seleksi kasus yang datang ke Puskesmas yang dinilai memerlukan tindak lanjut disebut dengan case approach, sedangkan bila pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pendekatan yang dilakukan terhadap masyarakat daerah binaan melalui survei mawas diri dengan melibatkan partisipasi masyarakat disebut community approach.

2.8     Metode
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan masyarakat, metode yang digunakan adalah proses keperawatan sebagai suatu pendekatan ilmiah di dalam bidang keperawatan, melalui tahap-tahap sebagai berikut:
2.8.1    Pengkajian
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan perawat kesehatan masyarakat dalam mengkaji masalah kesehatan baik di tingkat individu, keluarga, kelompok dan masyarakat adalah:
1)    Pengumpulan Data
Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen pengumpulan data dalam menghimpun informasi.
Pengkajian yang diperlukan adalah inti komunitas beserta faktor lingkungannya. Elemen pengkajian komunitas menurut Anderson dan MC. Forlane (1958) terdiri dari inti komunitas, yaitu meliputi demografi; populasi; nilai-nilai keyakinan dan riwayat individu termasuk riwayat kesehatan. Sedangkan faktor lingkungan adalah lingkungan fisik; pendidikan; keamanan dan transportasi; politik dan pemerintahan; pelayanan kesehatan dan sosial; komunikasi; ekonomi dan rekreasi.
Hal diatas perlu dikaji untuk menetapkan tindakan yang sesuai dan efektif dalam langkah-langkah selanjutnya.
TAHAP PENGKAJIAN
Pengumpulan data :
1.   Data inti
a.       Sejarah perkembangan dusun/RW/lingkungan (hasil observasi dan wawancara kepala Dusun)
b.       Data demografi :
1.    Jumlah penduduk berdasarkan umur (dalam bentuk tabel diberi: a. Nama :subjek, tempat dan waktu, b. Setiap kolom ada judul kolom, c. Ada interpretasi atau keterangan tabel, d. Ada sumber data):
a.       0-<1
b.       ≤1-<5
c.       ≤ 5-< 13
d.      ≤13-<20
e.       ≤20-<55
f.        ≥55
Diberi interpretasi disebutkan yang terbesar contoh : berdasarkan tabel di atas di dapatkan bahwa dari 1561 jiwa penduduk Desa suko maju dusun maju mundur setengahnya (bila prosentase lebih 50%) berusia 20-55 tahun (usia produktif) atau hampir setengahnya (47,5%).
2.    Jumlah penduduk berdasarkan pendidikan meliputi:
a.         SD
b.         SLTP
c.          SLTA
d.         PERGURUAN TINGGI
e.          TIDAK SEKOLAH
f.          BELUM SEKOLAH
3.     Jumlah penduduk usia produktif berdasarkan pekerjaan, meliputi:
a.         PNS/POLRI
b.         SWASTA
c.          WIRASWASTA
d.         BURUH (TANI/PABRIK,DLL)
e.          TIDAK BEKERJA
4.     Jumlah KK berdasarkan penghasilan, meliputi:
a.         < 850.000
b.         850.000 – 1.500.000
c.          >1.500.000 – 3.000.000
d.         >3.000.000
5.   Data tentang status kesehatan masyarakat
1)        Jenis penyakit terbanyak.
2)        Kesehatan balita :
e.     Frekwensi kunjungan balita : sering, jarang, tidak pernah
f.      Tingkat kepuasan ibu balita terhadap kegiatan posyandu balita; baik, cukup, kurang     
g.     Pendapat ibu tentang manfaat posyandu
3)        Data Kesehatan ibu hamil
4)        Data kesehatan Lansia
a.     Keluhan utama
b.     Tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu
c.     Kegiatan penyuluhan oleh kader
d.     Kunjungan lansia ke posyandu
e.     Alasan lansia tidak pernah ke posyandu
f.      Pendapat lansia tentang posyandu
g.     Pendapat lansia tentang manfaat posyandu
2.  Kesehatan Lingkungan
a.       Kebiasaan MCK
b.      Kepemilikan jamban
c.       Jenis Jamban
d.      Alasan MCK di sungai
e.       Pendapat masyarakat tentang dampak MCK di sungai
f.       Tempat pembuangan sampah
g.      Cara pengelolaan sampah
h.      Pendapat masyarakat tentang perlu adanya pasukan kuning
i.        Pendapat masyarakat tentang dampak buang sampah disungai
j.        Cara pembuangan limbah
k.      Keadaan tempat pembuangan limbah rumah tangga
3.  Pelayanan kesehatan dan sosial
a.       Tempat pelayanan kesehatan
b.      Fasilitas kesehatan
4. Data ekonomi
5. Data pendidikan
Narasi: formal dan informal
6. Data komunikasi
Narasi misal: wartel, papan pengumuman
7. Data keamanan dan transportasi
a.       Keamanan : siskamling
b.      Transportasi : sarana jalan
8. Sistem politik dan keamanan rekreasi
a.          Struktur organisasi RW : ketua, wakil, bendahara, sekretaris
b.         Organisasi kemasyarakatan
c.          Sistem pemilihan ketua RT, kadus dll
9. Rekreasi : ada tidaknya tempat rekreasi
2)    Analisa Data
Analisa data dilaksanakan berclasarkan data yang telah diperoleh dan disusun dalam suatu format yang sistematis. Dalam menganalisa data memerlukan pemikiran yang kritis.
Macam analisa data di komunitas :
1. Analisis korelatif
Mengembangkan tingkat hubungan, pengaruh dari dua atau lebih sub variabel yang di teliti menggunakan perhitungan statistik
2. Analisis masalah berdasarkan kelompok data/ data fokus yang di anggap sebagai masalah
Contoh :
- Insiden penyakit terbanyak
- Keluhan yang paling banyak di rasakan
- Pola/perilaku yang tidak sehat
- Lingkungan yang tidak sehat
- Pemanfaatan layanan kesh yg kurang efektif
- Peran serta masyarakat yang kurang mendukung
- Target/ cakupan program kesehatan yang < tercapai
3. Analisis faktor-2 yg berhubungan dengan masalah/lazimnya disebut dengan  etiologi. Untuk menetapkan masalah keperawatan dikomunitas dapat digunakan beberapa pilihan dibawah ini :
     a. Faktor budaya masyarakat
     b. Pengetahuan yang kurang
     c. Sikap masyarakat yang kurang mendukung
     d. Dukungan yang kurang dari pemimpin formal atau informal
e. Kurangnya kader kesehatan di masyarakat
f. kurangnya fasilitas pendukung di masyarakat
g. Kurang efektifnya pengorganisasian
h. Kondisi lingkungan & geografis yg kurang kondusif
I. Pelayanan kesehatan yang kurang memadai
J. Kurangnya ketrampilan terhadap prosedur perawatan kesehatan
k. Kurangnya ketrampilan terhadap prosedur pencegahan penyakit
l. Faktor finansial
m. Koordinasi dengan sumber yankes kurang efektif
        Dalam analisa data à Tetapkan Masalah berdasarkan klasifikasi kepemilikan masalah OMAHA yang terdiri dari 4 klasifikasi : Lingkungan, Psikososial, Fisiologis dan Perilaku yang berhubungan dengan kesehatan.
3)    Perumusan Masalah dan Diagnosa Keperawatan/Kesehatan
1. Menyimpulkan masalah keperawatan di komunitas berdasarkan klasifikasi kepemilikan masalah menurut OMAHA (Stanhope,lancaster,1989)
2. Formulasi penulisan diagnosa keperawatan :
- Problem
- Etiologi
- Data yang menyokong
3.  Tipe Diagnosa Keperawatan
        Tipe- tipe diagnosa keperawatan komunitas pada dasarnya sama dengan dx kep individu :
1.    Diagnosa aktual
   karakteristiknya adalah adanya data mayor (utama) sehingga masalah cukup valid untuk diangkat.
2.    Resiko dan Resiko tinggi
   karakteristiknya adalah adanya faktor-faktor di komunitas yang beresiko : data yg menunjang untuk diagnosa resiko adalah data yang memvalidasi faktor resiko.
3.     Diagnosa sehat/sejahtera/wellness.
2.8.2    Perencanaan
Menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas dengan komponen:
1.    Prioritas masalah, menggunakan skoring: penapisan
Kriteria   prioritas  masalah :
1)        Perhatian masyarakat .
Perhatian masyarakat, meliputi: pengetahuan, sikap, keterlibatan emosi masyarakat terhadap masalah kesehatan yang dihadapi dan urgensinya untuk segera ditanggulangi
2)        Prevalensi
menunjukkan jumlah kasus yang ditemukan pada suatu kurun waktu tertentu.
3)        Beratnya Masalah
Besarnya masalah adalah seberapa jauh masalah tersebut dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat
4)        Kemungkinan masalah untuk dikelola
berbagai alternatif dalam cara-cara pengelolaan masalah yang menyangkut biaya, sumber days, srana yang tersedia dan kesulitan yang mungkin timbul (Effendi Nasrul, 1995).
2.    Merumuskan Tujuan
a.    Tujuan Umum : mengacu pada masalah
b.    Tujuan Khusus : mengacu pada etiologi
dengan kriteria :
- Berorientasi pada masyarakat
- jelas dan singkat
- dapat diukur dan di observasi
- realistik
- Berorientasi pada masalah & faktor-faktor penyebabnya
- Jangka waktu pencapaian (jangka panjang -jangka  pendek). 
Formulasi rumusan tujuan :
- Subyek : masyarakat
- Predikat : Perilaku masyarakat yg dapat diamati
- Kondisi : yang melengkapi perilaku masyarakat
- Kriteria : untuk mencapai tujuan
3.    Merumuskan kriteria hasil
- Menuliskan ukuran/standart pencapaian hasil yang diharapkan sesuai tujuan
4.    Menyusun aktivitas/intervensi
- Pendekatan 3 tingkat pencegahan
- Kerjasama lintas program dan sektor
5.    Menetapkan:
- Penanggungjawab
- Menetapkan waktu pelaksanaan
- Menetapkan tempat pelaksanaan
- menetapkan metode dan media yang digunakan.
2.8.3    Pelaksanaan
Pada tahap ini rencana yang telah disusun dilaksanakan dengan melibatkan secara aktif masyarakat melalui kelompok yang ada dimasyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, bekerjasama dengan pimpinan formal masyarakat/puskesmas/dinkes/sektor terkait.
Prinsip2 dlm pelaksanaan :
1.        Berdasarkan respon masyarakat
2.        Disesuaikan dengan sumberdaya yang tersedia
3.        Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam pemeliharaan diri sendiri serta lingkungannya
4.        Menekankan aspek peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit
5.        Pemperhatikan perubahan lingkungan masyarakat
6.        Melibatkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan
Beberapa kegiatan dalam pelaksanaan meliputi:
1.        Promotif
a.          Pelatihan kader kesehatan
b.          Penyuluhan kesehatan/pendidikan kesehatan
c.          Standarisasi nutrisi yang baik
d.         Penyediaan perumahan
e.          Tempat-tempat rekreasi
f.           Konseling perkawinan
g.          Pendidikan seks dan masalah genetika
h.          Pemeriksaan kesehatan secara periodik.
2.  Preventif
a.         Keselamatan dan kesehatan kerja
b.        Pencegahan penyakit dan msl keshtn
c.         Pemberian nutrisi khusus
d.        Pengamanan/penyimpanan brg,bhn yg bbahaya
e.         Imunisasi khusus pd klp khusus
f.         Pemeriksaan kesehatan scr berkala
g.        Personal higiene & keshtn lingk
h.        Perlindungan kecelakaan dan keselamatan kerja
i.          Menghindari dari sumber alergi
3.    Pelayanan Kesehatan Langsung
a.         Pelayanan kesehatan di posyandu balita,lansia
b.        Home Care
c.         Rujukan
d.        Pembinaan pada kelompok-kelompok di masyarakat
2.8.4    Penilaian/Evaluasi
Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap program kesehatan.
1)   Tahap Evaluasi :
1.        Perekembangan  masalah kesehatan yang ditemukan
2.        Pencapaian tujuan keperawatan/ tujuan jangka pendek
3.        Efektifitas dan efisien tindakan
4.        Rencana tindak lanjut
2)         Macam Evaluasi :
1.        Formati dan sumatif
2.        Input, proses, out put
3).   Fokus Evaluasi :
1.        Apakah program diperlukan
2.        Perkembangan dan kemajuan.
         - Apakah yg dilaksanakan sesui renc
       - Bagaimana peran staf, fasilitas dan jumlah peserta
3.   Efisiensi biaya
       - bagaimana biaya yg dikeluarkan dapat mencapai tujuan
4. Dampak
       - Apakah dampak jangka panjang
       - Apakah ada perubahan perilaku dalam 6 mgg/6bln/1tahun
       - Apakah status kesehatan meningkat?
4).  Tingkat Evaluasi:
1.    Staff
- Apakah tujuan tercapai
- Apakah instrumen berguna
- Apakah strategi berguna
2.   Pekerja sosial (kader)
- Apakah mereka belajar melalui proses ini
- Masukan yang berguna ?
3.   Masyarakat
- Untungnya apa
- Apakah mereka belajar penyebab masalah

- Apakah mereka berpartisipasi pada masa yg akan datang 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar