A. Data Umum
1. Nama Kepala
Keluarga : TN.J
2. Umur Kepala
Keluarga : 34 tahun
3. Alamat Kepala
Keluarga :
4. Pekerjaan
Kepala Keluarga :
5. Pendidikan
Kepala Keluarga : SD
6. Komposisi
Keluarga : Kepala
Keluarga
|
No
|
Nama Anggota ke-luarga
|
JK
|
Hub.dg. kep. ke-luarga
|
Umur
(thn)
|
Pend. Terakhir
|
STATUS IMUNISASI
|
|||||||||||
|
BCG
|
POLIO
|
DPT
|
HEPATITIS
|
CAMPAK
|
|||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
||||||||
|
1
2
3
4
|
Tn.J
Ny.S
An.H
An.A
|
L
P
P
P
|
KK
ISTRI
ANAK
ANAK
|
34
th
34
th
15
th
4
th
|
SD
SD
SD
--
|
|
|||||||||||
Genogram :
6. Tipe Keluarga :
Keluarga Tn.J termasuk keluarga Inti,terdiri dari Kepala Kelurga dan anggota keluarga (istri
dan anak)
7. Suku Bangsa :
Seluruh Anggota Keluarga berasal dari
suku Jawa, Indonesia
8. Agama :
Anggota keluarga menganut agama Islam, mereka taat
beribadah dan menjalankan perintah Allah SWT
9. Status Sosial Ekonomi keluarga :
Kepala
Keluarga : ± 30 ribu/hari
Untuk pendapatan KK , KK memiliki pendapatan tidak tentu
terkadang ada penghasilan terkadang tidak ada penghasilan. keluarga
tersebut dalam status sosial
ekonomi rendah
10. Aktivitas rekreasi keluarga :
Setiap hari KK dalam memenuhi kebutuhan rekreasi biasa berkumpul pada soredan malam hari untuk menonton
televisi bersama
dirumah bersama istri dan anaknya.
B. Riwayat Tahap
Perkembangan Keluarga
11. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini
Keluarga Tn. J mempunyai 2 orang anak yang telah berusia 15 tahun dan anak kedua usia 4 tahun tinggal satu rumah. maka keluarga Tn. J berada pada tahap
perkembangan keluarga remaja
12. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum
Terpenuhi
Adanya masalah
kesehatan pada keluarga yang belum teratasi.
13. Riwayat Keluarga Inti
Dalam keluarga tidak ada riwayat
penyakit menular, menahun, dan menurun. Riwayat kesehatan masing-masing anggota
keluarga adalah sebagai berikut :
Kepala
Keluarga : Klien menderita sakit gigi sampai terjadi
abses pada gusi, post ops. abses
mandibula serta asma dan biasanya langsung berobat ke dokter jika ada keluhan .
14. Riwayat
Keluarga Sebelumnya
Dari keluarga Tn. J tidak ada yang menderita atau punya riwayat
penyakit menular dan kronis. Misalnya TBC, DM, HT, DLL. Istri Tn. J pernah
menderita sakit Thypoid beberapa bulan yang lalu
C. Pengkajian
Lingkungan
15. Karakteristik
rumah
Luas tanah : 5x6 m2 Luas
Rumah : 3x4 m2
Tipe Rumah : Rumah permanen (tembok) dengan jumlah
ruang 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, ada 1 kamar mandi tapi tidak ada WC. Jumlah jendela
4, setiap
ruangan dimanfaatkan sebagaimana fungsinya secara optimal. Peletakan perabot
rumah tangga tidak tertata dengan rapi. Tidak ada septic tank, sumber air bersih sumur .
Denah Rumah :
![]() |
|
3
|
4 5
|
|
2
|
|
|
1
|
|
Keterangan :
1.
Teras
Rumah
2.
Ruang
Tamu
3.
Kamar
Tidur
4.
Ruang
keluarga
5.
Kamar
Tidur
6.
dapur
7.
Kamar
Mandi
16. Karakteristik Tetangga Dan Komunitas RT
Tetangga klien
yang ada di sekitar rumah ramah-ramah. Klien tinggal di wilayah pedesaan sehingga jarak
rumah satu dengan yang lain ada
yang dekat ada yang jauh. Penduduk setempat rata-rata berpencaharian sebagai
buruh tani dan nelayan.
17. Mobilitas Geografis Keluarga
Sejak Tn.J berkeluarga tidak pernah berpindah
tempat tinggal
18. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi
Dengan Masyarakat
Pada siang hari klien selalu meluangkan waktu untuk
berkumpul dengan
keluarganya dan menonton tv. Keluarga klien juga berinteraksi baik
dengan masyarakat disekitar.
19. Sistem Pendukung Keluarga
Semua anggota keluarga dalam kondisi
sehat. Antara anggota keluarga saling menyayangi satu sama lain meskipun kadang bertengkar namun
biasa diselesaikan secepatnya. Keluarga klien
memiliki fasilitas
seperti motor.
D. Struktur
keluarga
20. Pola Komunikasi Keluarga
Bahasa komunikasi yang digunakan dalam
keluarga dan dengan masyarakat adalah bahasa jawa. Komunikasi antara keluarga lebih sering mulai siang hari karena Tn. J di pagi hari harus segera bekerja.
21. Struktur Kekuatan Keluarga
Untuk kekuatan keluarga masih tetap
berada pada Tn. J jika ada masalah diselesaikan dengan baik dan terkadang minta bantuan istrinya.
22. Struktur Peran
·
Tn.
J :
Berperan
sebagai kepala keluarga
Tn. J cukup
menyadari pentingnya menjaga kesehatan, meskipun keterbatasan biaya Tn. J rajin berobat ke pelayanan kesehatan degan dibiayai sendiri.Untuk
kebutuhan gizi mereka makan seadanya,sayur dan lauk tahu tempe juga ikan.
E. Fungsi Keluarga
24. Fungsi Afektif
Anggota keluarganya sangat
menyayangi dan selalu memperhatikan kesehatannya.
25. Fungsi
Sosialisasi
Interaksi antara anggota keluarga
terjalin baik, keluarga masih memperhatikan dan menerapkan etika sopan santun
dalam berperilaku.
Hubungan dengan masyarakat terjalin baik, saat Tn. J sakit masyarakat sekitar
membantu dengan menyediakan transportasi.
26. Fungsi
Perawatan Kesehatan
Di pelayanan Kesehatan atau dokter swasta.
E. Tugas Perawatan Kesehatan
1.
Mengenal masalah kesehatan
keluarga
a.
Pengertian penyakit
Kelg berkata
: “Keluarga mengatakan tahu”
b.
Penyebab penyakit
Kelg berkata
: “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang penyebab penyakit”
c.
Tanda ada gejala
penyakit
Kelg berkata
: “Keluarga mengataka tidak tahu tentang tanda dan gejala penyakit”
d.
Pre dispossi/cara
penularan penyakit
Kelg berkata
: “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang cara penularan penyakit”
2.
Mengambil keputusan
a.
Tindakan yang sudah
dilakukan dlm mengatasi penyakit .
Kelg berkata
: “Saya langsung periksa ke mantri dan kemudian ke klinik dokter swasta“
b.
Tindakan yang akan
dilakukan dlm mengatasi penyakit.
Kelg berkata
: “saya akan mengkonsumsi obat kalau terasa nyeri atau kambuh namun obatnya
tidak rutin saya minum”
c.
Dampak penyakit
Kelg berkata
: “Saya tidak tahu tentang dampak penyakit ini”
d.
Komplikasi penyakit
Kelg berkata : “Saya tidak tahu tentang
komplikasi penyakit ini
3.
Merawat anggota keluarga
yang sakit
a.
Cara perawatan
penyakit
Kelg berkata
: “Saya tidak
tahu cara merawat luka dengan benar dan obat yang diberikan oleh dokter jarang
saya minum ”
b.
Demonstrasi
perawatan penyakit
Tidak ada
demonstrasi
4.
Memelihara lingkungan
a.
Cara pemeliharaan
rumah sehat: ventilasi,pencahayaan,kebersihan
Kelg berkata : “Saya
selalu menyapu rumah di sore hari “
b.
Lingkungan pskologis/hubungan
antar kelg .
Kelg berkata : “Kalau di keluarga ada
persoalan selalu dipecahkan bersama-sama”
5.
Menggunakan
fasilitas/pelayanan kesehatan
a.
Penggunaan pelayanan
kesehatan
Kelg berkata : “Saya selalu periksa ke
dokter dan mantri jika sakit“
b.
Manfaat, macam macam
layanan
Kelg berkata : “yang saya tahu posyandu,
puskesmas, bidan, dan mantra serta dokter”
c.
Trauma terhadap
pelayanan kesehatan
Kelg berkata
: “tidak ada”
6.
Fungsi reproduksi
Keluarga berkata :”Saya memiliki 2 orang
anak ”.
7.
Fungsi ekonomi
Keluarga berkata :”Kebutuhan sandang,
pangan dan papan sudah terpenuhi dari pendapatan Tn.J dan istrinya”.
F.
STRESS DAN KOPING KELUARGA
a.
Stress jangka pendek dan
panjang
Sress
jangka pendek : ”Kami tidak terlalu khawatir hanya saja saat dulu operasi keluarga
kami berhutang maka sekarang hanya bingung cara mengembalikan pinjaman”.
Stres
jangka panjang : “Karena penyakit ini kadang-kadang kambuh dan pernah sampai
dilakukan operasi, jadi saya khawatir”.
b.
Kemampuan keluarga
Anggota
keluarga mengekspresikan kemarahannya secara
verbal (mengeluh dan emosi)
c.
Strategi koping
Keluarga Tn.J mengatakan “jika ada masalah selalu diselesaikan bersama keluarganya”
d.
Strategi adaptasi
Keluarga mengatakan,”saya tidak tahu”.
G. Pemeriksaan Fisik
1. Tn.
J (kepala keluarga)
TD :
100/70 mmHg
R :
18 x/menit
N : 80 x/menit
S : 36,7 0C
Skala nyeri : 4
(sedang)
a.
Pemeriksaan Cepalo Caudal
1)
Kepala dan Rambut
Kepala :
simetris, tidak ada lesi dan massa
Rambut :
warna rambut hitam, penyebaran merata,tidak ada ketombe, rambut lurus
2)
Hidung
Hidung : simetris, tidak ada sekret,
tidak ada pernafasan cuping hidung, dan penciuman normal
3)
Telinga
Telinga : simetris, sedikit ada serumen,
dan fungsi pendengaran normal
4)
Mata
Mata : simetris, konjungtiva tidak
anemis, tidak cowong, tidak ada odem, dan penglihatan tidak kabur atau baik.
5)
Mulut, Gigi, Lidah, Tonsil
dan Pharing
Bibir simetris, mukosa bibir lembab,
tidak ada stomatitis, tidak batuk, ada karies gigi, Nampak bagian gigi yang
dicabut pada gusinya meradang. tidak ada pembesaran tonsil, dan tidak ada nyeri
tekan.
6)
Leher dan Tenggorokan
I : posisi
trakea tepat di tengah, distensi vena jugularis (-), tidak ada pembesaran
kelenjar thiroid
P : teraba
denyut nadi karotis, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada benjolan
abnormal (kadang-kadang kalau kambuh muncul), nyeri tekan terkadang ada.
7)
Dada/ Thorak
· Pemeriksaan paru-paru
I : irama
pernapasan regular, tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan
P : tidak
ada nyeri tekan, tidak ada peningkatan/penurunan frekwensi
P : dekstra ICS
1-5 : Resonan
ICS 6-7 : Redup (ada hepar)
sinistra ICS
1-2 : Resonan
ICS 3-5 : redup (ada jantung)
ICS 6-8 : Tympani (ada lambung)
A : Tidak
ada suara nafas tambahan
· Pemeriksaan jantung
I : ictus
cordis tidak terlihat
P : ictus cordis teraba di ICS 5
P : ICS 3-5 Redup
Batas
kiri : Midclavicula sinistra
Batas
kanan : Linea sternalis dekstra
A : Bunyi
jantung tunggal S1 dan S2
· Dada
I : Bentuk
dada normal chest, tidak ada lesi, kemerahan
(-), retraksi intercostae (-)
(-), retraksi intercostae (-)
8)
Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : warna
merata sawo matang, tidak ada lesi
Auskultasi : bising
usus terdengar, dengan frekuensi 15x/menit
Palpasi : turgor kulit
baik dan tidak ada nyeri tekan
Perkusi : redup
9)
Ekstrimitas, Kuku dan Kekuatan
Otot
Kekuatan
otot
|
5
|
5
|
|
5
|
5
|
Nyeri tekan (-), lesi (-),odem pada ekstremitas bawah(-),
cyanosis (-), crt < 2 detik
10)
Genetalia
Tidak
terkaji
11)
Pemeriksaan anus dan
rectum
Tidak
terkaji
12)
Pemeriksaan integument
I : tidak
ada lesi, kulit kering, dan warna kulit sawo matang
P : turgor
kulit kembali kurang dari 3 detik, tidak ada edema pada ekstremitas bawah.
2.
Pemeriksaan Penunjang
Tidak ada
H. Harapan
Keluarga
Keluarga berharap benjolan serta gusi yang sampai
berdarah dan mengeluarkan nanah serta sakit gigi pada Tn.J tidak terjadi lagi dan tidak kambuh
asmanya.
I. Pengkajian
Fokus
·
Hubungan anak serta istrinya (anggota keluarga) baik
·
Pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga
tetap terjaga dengan baik
.
J. Analisa
Data
|
NO
|
KELOMPOK DATA
|
ETIOLOGI
|
|
|
DATA SUBYEKTIF :
Kelut : “Keluarga mengatakan sering sakit pada giginya yang
pernah bengkak dan mengeluarkan nanah juga darah.”
a.
Pengertian
penyakit
Kelg berkata :
“Keluarga mengatakan tahu”
b.
Penyebab penyakit
Kelg berkata
: “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang penyebab penyakit”
c.
Tanda ada gejala
penyakit
Kelg berkata
: “Keluarga mengataka tidak tahu tentang tanda dan gejala penyakit”
d.
Pre dispossi/cara
penularan penyakit
Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang
cara penularan penyakit”
DATA OBYEKTIF :
Hasil pemeriksaan fisik:
TD : 100/70 mmHg
R
: 18 x/menit
N
: 80 x/menit
S
: 36,7 0C
· Skala nyeri : 4 (sedang)
·
Ada bagian gigi yang terjadi karies
·
Nampak pada bagian gigi yang dicabut
meradang
|
Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah. Kesehatan pada
anggota keluarga dengan post abses gusi dan mandibula
|
|
2
|
DATA SUBYEKTIF :
Kelut : “keluarga mengatakan obatnya jarang diminum
a.
Pengertian
penyakit
Kelg berkata :
“Keluarga mengatakan tahu”
b.
Penyebab penyakit
Kelg berkata :
“Keluarga mengatakan tidak tahu tentang penyebab penyakit”
c.
Tanda dan gejala penyakit
Kelg berkata :
“keluarga mengatakan tidak tahu tentang tanda dan gejala penyakit
d.
Predisposisi/cara
penularan penyakit
Kelg berkata :
“Keluarga mengatakan tidak tahu tentang cara penularan penyakit”
DATA OBYEKTIF :
Hasil pemeriksaan fisik:
TD : 100/70 mmHg
R
: 18 x/menit
N
: 80 x/menit
S
: 36,7 0C
· Skala nyeri : 4 (sedang)
·
Ada bagian gigi yang terjadi karies
·
Nampak pada bagian gigi yang dicabut
meradang
|
Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan pada
anggota keluarga dengan post abses pada gusi dan mandibula
|
|
3.
|
DATA SUBYEKTIF
Keluarga mengatakan 1
bulan yang lalu pada Tn.J gusinya bengkak dan dibawah
rahangnya ada benjolan dan sudah dioperasi dan sekarang sudah sembuh dan ada
bekasnya
a.
Cara perawatan
penyakit
Kelg berkata
: “Saya tidak
tahu cara merawat luka dengan benar dan obat yang diberikan oleh dokter
jarang saya minum ”
DATA OBYEKTIF
· Hasil pemeriksaan fisik
TD : 100/70 mmHg
R : 18 x/menit
N : 80 x/menit
S :
36,7 0C
· Skala nyeri : 4 (sedang)
·
Ada bagian gigi yang terjadi karies
·
Nampak pada bagian gigi yang dicabut
meradang
·
Ada bekas luka operasi pada area
mandibula sebelah kiri sebelah dan sudah sembuh
|
Ketidakmampuan keluarga merawat masalah. Kesehatan pada
anggota keluarga dengan post abses gusi dan mandibula
|
K. DiagnosaKeperawatan.
1.
Nyeri
akut pada Tn. J keluarga Tn. J berhubungan dengan
1) Ketidakmampuan
keluarga mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga dengan post abses gusi dan mandibula
2) Ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluar yang sakit dengan post abses gusi dan mandibula
2. Ketidakpatuhan
ragimen terapeutik pada Tn. J keluarga Tn. J berhubungan dengan
1) Ketidakmampuan
keluarga mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga dengan post abses gusi dan mandibula
SKALA UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
|
NO
|
KRITERIA
|
Skor
|
BOBOT
|
PERHI-TUNGAN
|
PEMBENARAN
|
|
1.
|
Sifat
Masalah
Skala
: Tidak/kurang sehat
Ancaman kesehatan
Keadaan sejahtera
|
3
2
1
|
1
|
2/3 x 1 =
2/3
|
Sifat masalah ancaman kesehatan ditandai dengan Tn.J saat ini ada
keluhan hanya nyeri pada giginya tidak ada nyeri atau tumbuh benjolan, tetapi
1 bulan yang lalu gusinya meradang dan mengeluarkan nanah juga darah serta
ada benjolan diarea rahang bawah sebelah kiri dan sudah dioperasi dan sering
kambuh sakit atau nyeri pada giginya.
|
|
2.
|
Kemungkinan
masalah dapat diubah
Skala
: Mudah
Sebagian
Tidak dapat
|
2
1
0
|
2
|
1/2 x 2 = 1
|
Kemungkinan masalah dapat diubah sebagian karena fasilitas
kesehatan jauh, obat ada namun jarang diminum, motivasi keluarga tinggi
ditandai dengan dukungan dana kurang tersedia namun keluarga lain saling mem-bantu,
sarana prasarana men-dukung (sarana transportasi ada), dukungan keluarga penuh untuk mengantar/ mendampingi Tn.J serta masyarakat disekitar saling
membantu atau mendukung dengan bersedia mengantar ke pusat pelayanan kesehat-an
menyediakan transportasi.
|
|
3.
|
Potensial
masalah untuk dicegah
Skala
: Tinggi
Cukup
Rendah
|
3
2
1
|
1
|
2/3 x 1 = 2/3
|
Potensial masalah untuk dicegah cukup, ditandai dengan
prognosa penyakit Tn.J cukup, penyakit pada Tn.J terjadi masih 1bulan yang
lalu. Tindakan yang sudah dilakukan, tindakan yang sudah dilakukan oleh
keluarga yaitu membawa Tn.J ke
pelayanan kesehatan yaitu di klinik dr. swasta. Tetapi resiko dapat muncul
karena pengetahuan terkait perawatan kesehatan kurang.
|
|
4.
|
Menonjolnya
masalah
Skala
:
v Masalah berat,
harus segera ditangani
v Ada masalah
tetapi tidak perlu ditangani
v Masalah tidak
dirasakan
|
2
1
0
|
1
|
2/2 x 1 = 1
|
Menonjolnya masalah berat, harus segera ditangani ditandai
dengan keluarga merasakan ada masalah, keputusan keluarga untuk segera
diatasi / ditangani
|
|
|
JUMLAH
|
2 1/3
|
|
||

Tidak ada komentar:
Posting Komentar