Kamis, 02 Maret 2017

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA



A.   Data Umum
1.    Nama Kepala Keluarga          :    TN.J
2.    Umur Kepala Keluarga          :    34 tahun
3.    Alamat Kepala Keluarga        :              
                                                        
4.    Pekerjaan Kepala Keluarga    :  
5.    Pendidikan Kepala Keluarga :    SD
6.    Komposisi Keluarga               :    Kepala Keluarga    
                                                          
No
Nama Anggota ke-luarga
JK
Hub.dg. kep. ke-luarga
Umur
(thn)
Pend. Terakhir
STATUS IMUNISASI
BCG
POLIO
DPT
HEPATITIS
CAMPAK
1
2
3
4
1
2
3
1
2
3

1
2
3
4
Tn.J
Ny.S
An.H
An.A
L
P
P
P
KK
ISTRI
ANAK
ANAK
34 th
34 th
15 th
4 th
SD
SD
 SD
 --

   










        
                                    
Genogram :





                
6.    Tipe Keluarga :
       Keluarga Tn.J termasuk keluarga Inti,terdiri dari Kepala Kelurga dan anggota keluarga (istri dan anak)
7.    Suku Bangsa :
       Seluruh Anggota Keluarga berasal dari suku Jawa, Indonesia
8.    Agama :
       Anggota keluarga menganut agama Islam, mereka taat beribadah dan menjalankan perintah Allah SWT
9.    Status Sosial Ekonomi keluarga :
       Kepala Keluarga   :   ± 30 ribu/hari
       Untuk pendapatan KK , KK memiliki pendapatan tidak tentu terkadang ada penghasilan terkadang tidak ada penghasilan. keluarga tersebut dalam status sosial ekonomi rendah
10. Aktivitas rekreasi keluarga :
       Setiap hari  KK  dalam memenuhi kebutuhan rekreasi  biasa berkumpul pada soredan malam hari untuk menonton televisi bersama dirumah bersama istri dan anaknya.

B.   Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga
11. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini
       Keluarga Tn. J mempunyai 2 orang anak yang telah berusia 15 tahun dan anak kedua usia 4 tahun  tinggal satu rumah. maka keluarga  Tn. J berada pada tahap perkembangan keluarga remaja
12. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
       Adanya masalah kesehatan pada keluarga yang belum teratasi.
13. Riwayat Keluarga Inti
       Dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit menular, menahun, dan menurun. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga adalah sebagai berikut :
Kepala Keluarga    :    Klien menderita sakit gigi sampai terjadi abses pada gusi,  post ops. abses mandibula serta asma dan biasanya langsung berobat ke dokter jika ada keluhan .
14.  Riwayat Keluarga Sebelumnya
       Dari keluarga Tn. J  tidak ada yang menderita atau punya riwayat penyakit menular dan kronis. Misalnya TBC, DM, HT, DLL. Istri Tn. J pernah menderita sakit Thypoid beberapa bulan yang lalu

C.   Pengkajian Lingkungan
15. Karakteristik rumah
       Luas tanah    : 5x6 m2                    Luas Rumah : 3x4 m2
       Tipe Rumah : Rumah permanen (tembok) dengan jumlah ruang 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, ada 1 kamar mandi tapi tidak ada WC. Jumlah jendela 4, setiap ruangan dimanfaatkan sebagaimana fungsinya secara optimal. Peletakan perabot rumah tangga tidak tertata dengan rapi. Tidak ada septic tank, sumber air bersih sumur .
Denah Rumah :

 




3

4                       5


2

1

Keterangan :
1.        Teras Rumah
2.        Ruang Tamu
3.        Kamar Tidur
4.        Ruang keluarga
5.        Kamar Tidur
6.        dapur
7.        Kamar Mandi
16. Karakteristik Tetangga Dan Komunitas RT
Tetangga klien yang ada di sekitar rumah ramah-ramah. Klien tinggal di wilayah pedesaan sehingga jarak rumah satu dengan yang lain ada yang dekat ada yang jauh.  Penduduk setempat rata-rata berpencaharian sebagai buruh tani dan nelayan.
17. Mobilitas Geografis Keluarga
       Sejak Tn.J  berkeluarga tidak pernah berpindah tempat tinggal
18. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat
       Pada siang  hari klien selalu meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarganya dan menonton tv. Keluarga klien juga berinteraksi baik dengan masyarakat disekitar.
19. Sistem Pendukung Keluarga
       Semua anggota keluarga dalam kondisi sehat. Antara anggota keluarga saling menyayangi satu sama lain meskipun kadang bertengkar namun biasa diselesaikan secepatnya. Keluarga klien memiliki fasilitas seperti motor.

D.   Struktur keluarga
20. Pola Komunikasi Keluarga
       Bahasa komunikasi yang digunakan dalam keluarga dan dengan masyarakat adalah bahasa jawa. Komunikasi antara keluarga lebih sering mulai siang hari karena Tn. J  di pagi hari harus segera bekerja.
21. Struktur Kekuatan Keluarga
       Untuk kekuatan keluarga masih tetap berada pada Tn. J  jika ada masalah diselesaikan dengan baik dan terkadang minta bantuan istrinya.
22. Struktur Peran
·           Tn. J :
       Berperan sebagai kepala keluarga
       Tn. J cukup menyadari pentingnya menjaga kesehatan, meskipun keterbatasan biaya Tn. J  rajin berobat ke pelayanan kesehatan degan dibiayai sendiri.Untuk kebutuhan gizi mereka makan seadanya,sayur dan lauk tahu tempe juga ikan.
E.   Fungsi Keluarga
24. Fungsi Afektif
       Anggota keluarganya sangat menyayangi dan selalu memperhatikan kesehatannya.
25. Fungsi Sosialisasi
       Interaksi antara anggota keluarga terjalin baik, keluarga masih memperhatikan dan menerapkan etika sopan santun dalam berperilaku. Hubungan dengan masyarakat terjalin baik, saat Tn. J sakit masyarakat sekitar membantu dengan menyediakan transportasi.
26. Fungsi Perawatan Kesehatan
       Di pelayanan Kesehatan atau dokter swasta.

E.       Tugas Perawatan Kesehatan
1.        Mengenal masalah kesehatan keluarga
a.         Pengertian penyakit
       Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tahu”
b.        Penyebab penyakit
       Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang penyebab penyakit”
c.         Tanda ada gejala penyakit
       Kelg berkata : “Keluarga mengataka tidak tahu tentang tanda dan gejala penyakit”
d.        Pre dispossi/cara penularan penyakit
       Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang cara penularan penyakit”
2.        Mengambil keputusan
a.         Tindakan yang sudah dilakukan dlm mengatasi penyakit .
       Kelg berkata : “Saya langsung periksa ke mantri dan kemudian ke klinik dokter swasta“
b.        Tindakan yang akan dilakukan dlm mengatasi penyakit.
       Kelg berkata : “saya akan mengkonsumsi obat kalau terasa nyeri atau kambuh namun obatnya tidak rutin saya minum”
c.         Dampak  penyakit
       Kelg berkata : “Saya tidak tahu tentang dampak penyakit ini”
d.        Komplikasi penyakit
       Kelg berkata : “Saya tidak tahu tentang komplikasi penyakit ini
3.        Merawat anggota keluarga yang sakit
a.         Cara perawatan penyakit
       Kelg berkata : “Saya tidak tahu cara merawat luka dengan benar dan obat yang diberikan oleh dokter jarang saya minum ”
b.        Demonstrasi perawatan  penyakit
       Tidak ada demonstrasi
4.        Memelihara lingkungan
a.         Cara pemeliharaan rumah sehat: ventilasi,pencahayaan,kebersihan
       Kelg berkata : “Saya selalu menyapu rumah di sore hari “
b.        Lingkungan pskologis/hubungan antar kelg .
       Kelg berkata : “Kalau di keluarga ada persoalan selalu dipecahkan bersama-sama”
5.        Menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan
a.         Penggunaan pelayanan kesehatan
       Kelg berkata : “Saya selalu periksa ke dokter dan mantri jika sakit“
b.        Manfaat, macam macam layanan
       Kelg berkata : “yang saya tahu posyandu, puskesmas, bidan, dan mantra serta dokter”
c.         Trauma terhadap pelayanan  kesehatan
       Kelg berkata : “tidak ada”
6.        Fungsi reproduksi
       Keluarga berkata :”Saya memiliki 2 orang anak ”.
7.        Fungsi ekonomi
       Keluarga berkata :”Kebutuhan sandang, pangan dan papan sudah terpenuhi dari pendapatan Tn.J dan istrinya”.
 

F.       STRESS DAN KOPING KELUARGA
a.         Stress jangka pendek dan panjang
       Sress jangka pendek : ”Kami tidak terlalu khawatir hanya saja saat dulu operasi keluarga kami berhutang maka sekarang hanya bingung cara mengembalikan pinjaman”.
       Stres jangka panjang : “Karena penyakit ini kadang-kadang kambuh dan pernah sampai dilakukan operasi, jadi saya khawatir”.
b.                  Kemampuan keluarga
       Anggota keluarga mengekspresikan kemarahannya secara  verbal (mengeluh dan emosi)
c.                   Strategi koping
       Keluarga Tn.J  mengatakan “jika ada masalah selalu diselesaikan bersama keluarganya”
d.                  Strategi adaptasi
       Keluarga mengatakan,”saya tidak tahu”.

G.   Pemeriksaan Fisik
1.    Tn. J (kepala keluarga)
       TD   :     100/70 mmHg
       R      :    18 x/menit
       N       :    80 x/menit
       S       :    36,7 0C
       Skala nyeri : 4 (sedang)
a.         Pemeriksaan Cepalo Caudal
1)        Kepala dan Rambut
       Kepala : simetris, tidak ada lesi dan massa
       Rambut : warna rambut hitam, penyebaran merata,tidak ada ketombe, rambut lurus
2)        Hidung
       Hidung : simetris, tidak ada sekret, tidak ada pernafasan cuping hidung, dan penciuman normal
3)        Telinga
       Telinga : simetris, sedikit ada serumen, dan fungsi pendengaran normal
4)        Mata
       Mata : simetris, konjungtiva tidak anemis, tidak cowong, tidak ada odem, dan penglihatan tidak kabur atau baik.
5)        Mulut, Gigi, Lidah, Tonsil dan Pharing
       Bibir simetris, mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak batuk, ada karies gigi, Nampak bagian gigi yang dicabut pada gusinya meradang. tidak ada pembesaran tonsil, dan tidak ada nyeri tekan.
6)        Leher dan Tenggorokan
I   :    posisi trakea tepat di tengah, distensi vena jugularis (-), tidak ada pembesaran kelenjar thiroid
P   :    teraba denyut nadi karotis, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada benjolan abnormal (kadang-kadang kalau kambuh muncul), nyeri tekan terkadang ada.
7)        Dada/ Thorak
·      Pemeriksaan paru-paru
I   :    irama pernapasan regular, tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan
P   :    tidak ada nyeri tekan, tidak ada peningkatan/penurunan frekwensi
P   :    dekstra     ICS 1-5 :    Resonan
                 ICS 6-7 :    Redup (ada hepar)
sinistra     ICS 1-2 :    Resonan
                 ICS 3-5 :    redup (ada jantung)
                 ICS 6-8 :    Tympani (ada lambung)
A :    Tidak ada suara nafas tambahan
·      Pemeriksaan jantung
I  :    ictus cordis tidak terlihat
P   :    ictus cordis teraba di ICS 5
P   :    ICS 3-5 Redup
          Batas kiri : Midclavicula sinistra
          Batas kanan : Linea sternalis dekstra
A :    Bunyi jantung tunggal S1 dan S2
·      Dada
I   :    Bentuk dada normal chest, tidak ada lesi, kemerahan
(-),  retraksi intercostae (-)
8)        Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi      :    warna merata sawo matang, tidak ada lesi
Auskultasi  :    bising usus terdengar, dengan frekuensi 15x/menit
Palpasi        :    turgor kulit baik dan tidak ada nyeri tekan
 Perkusi      :    redup
9)        Ekstrimitas, Kuku dan Kekuatan Otot
       Kekuatan otot
5
5
5
5

Nyeri tekan (-), lesi (-),odem pada ekstremitas bawah(-), cyanosis (-), crt < 2 detik
10)    Genetalia
       Tidak terkaji
11)    Pemeriksaan anus dan rectum
       Tidak terkaji
12)    Pemeriksaan integument
I      :    tidak ada lesi, kulit kering, dan warna kulit sawo matang
P     :    turgor kulit kembali kurang dari 3 detik, tidak ada edema pada ekstremitas bawah.
2.        Pemeriksaan Penunjang
Tidak ada


H.   Harapan Keluarga
       Keluarga berharap benjolan serta gusi yang sampai berdarah dan mengeluarkan nanah serta sakit gigi pada Tn.J  tidak terjadi lagi dan tidak kambuh asmanya.

I.     Pengkajian Fokus
·         Hubungan anak serta istrinya (anggota keluarga) baik
·         Pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga tetap terjaga dengan baik .


J.     Analisa Data
NO
KELOMPOK DATA
ETIOLOGI

DATA SUBYEKTIF :
Kelut : “Keluarga mengatakan sering sakit pada giginya yang pernah bengkak dan mengeluarkan nanah juga darah.”
a.    Pengertian penyakit
     Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tahu”
b.    Penyebab penyakit
     Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang penyebab penyakit”
c.    Tanda ada gejala penyakit
     Kelg berkata : “Keluarga mengataka tidak tahu tentang tanda dan gejala penyakit”
d.   Pre dispossi/cara penularan penyakit
Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang cara penularan penyakit”

DATA OBYEKTIF :
Hasil pemeriksaan fisik:
TD        : 100/70 mmHg
R           : 18 x/menit
N           : 80 x/menit
S            : 36,7 0C
·      Skala nyeri : 4 (sedang)
·      Ada bagian gigi yang terjadi karies
·      Nampak pada bagian gigi yang dicabut meradang

Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah. Kesehatan pada anggota keluarga dengan post abses gusi dan mandibula
2
DATA SUBYEKTIF :
Kelut : “keluarga mengatakan obatnya jarang diminum
a.    Pengertian penyakit
     Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tahu”
b.    Penyebab penyakit
     Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang penyebab penyakit”
c.    Tanda dan gejala penyakit
     Kelg berkata : “keluarga mengatakan tidak tahu tentang tanda dan gejala penyakit

d.   Predisposisi/cara penularan penyakit
     Kelg berkata : “Keluarga mengatakan tidak tahu tentang cara penularan penyakit”

DATA OBYEKTIF :
Hasil pemeriksaan fisik:
TD        : 100/70 mmHg
R           : 18 x/menit
N           : 80 x/menit
S            : 36,7 0C
·      Skala nyeri : 4 (sedang)
·      Ada bagian gigi yang terjadi karies
·      Nampak pada bagian gigi yang dicabut meradang

Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga dengan post abses pada gusi dan mandibula
3.
DATA SUBYEKTIF
Keluarga mengatakan 1 bulan yang lalu pada Tn.J gusinya bengkak dan dibawah rahangnya ada benjolan dan sudah dioperasi dan sekarang sudah sembuh dan ada bekasnya
a.    Cara perawatan penyakit
     Kelg berkata : “Saya tidak tahu cara merawat luka dengan benar dan obat yang diberikan oleh dokter jarang saya minum ”

DATA OBYEKTIF
·      Hasil pemeriksaan fisik
TD     :    100/70 mmHg
R       :    18 x/menit
N       :    80 x/menit
S        :    36,7 0C

·      Skala nyeri : 4 (sedang)
·      Ada bagian gigi yang terjadi karies
·      Nampak pada bagian gigi yang dicabut meradang
·      Ada bekas luka operasi pada area mandibula sebelah kiri sebelah dan sudah sembuh

Ketidakmampuan keluarga merawat masalah. Kesehatan pada anggota keluarga dengan post abses gusi dan mandibula


K.   DiagnosaKeperawatan.
1.        Nyeri akut pada Tn. J keluarga Tn. J berhubungan dengan
1)    Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga dengan post abses gusi dan mandibula
2)    Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluar yang sakit dengan post abses gusi dan mandibula
2.    Ketidakpatuhan ragimen terapeutik pada Tn. J keluarga Tn. J berhubungan dengan
1)    Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan pada anggota keluarga dengan post abses gusi dan mandibula




SKALA UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


NO
KRITERIA
Skor
BOBOT
PERHI-TUNGAN
PEMBENARAN
1.
Sifat Masalah
Skala : Tidak/kurang sehat
           Ancaman kesehatan
           Keadaan sejahtera

3
2
1

1
2/3 x 1 =
2/3
Sifat masalah ancaman kesehatan ditandai dengan Tn.J saat ini ada keluhan hanya nyeri pada giginya tidak ada nyeri atau tumbuh benjolan, tetapi 1 bulan yang lalu gusinya meradang dan mengeluarkan nanah juga darah serta ada benjolan diarea rahang bawah sebelah kiri dan sudah dioperasi dan sering kambuh sakit atau nyeri pada giginya.


2.
Kemungkinan masalah dapat diubah
Skala : Mudah
           Sebagian
           Tidak dapat



2
1
0
2
1/2 x 2 = 1
Kemungkinan masalah dapat diubah sebagian karena fasilitas kesehatan jauh, obat ada namun jarang diminum, motivasi keluarga tinggi ditandai dengan dukungan dana kurang tersedia namun keluarga lain saling mem-bantu, sarana prasarana men-dukung (sarana transportasi ada),  dukungan keluarga penuh untuk mengantar/ mendampingi  Tn.J serta masyarakat disekitar saling membantu atau mendukung dengan bersedia mengantar ke pusat pelayanan kesehat-an menyediakan transportasi.




3.
Potensial masalah untuk dicegah
Skala : Tinggi
            Cukup
            Rendah


3
2
1

1
2/3 x 1 = 2/3
Potensial masalah untuk dicegah cukup, ditandai dengan prognosa penyakit Tn.J cukup, penyakit pada Tn.J terjadi masih 1bulan yang lalu. Tindakan yang sudah dilakukan, tindakan yang sudah dilakukan oleh keluarga yaitu membawa Tn.J  ke pelayanan kesehatan yaitu di klinik dr. swasta. Tetapi resiko dapat muncul karena pengetahuan terkait perawatan kesehatan kurang.


4.
Menonjolnya masalah
Skala :
v  Masalah berat, harus segera ditangani
v  Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani
v  Masalah tidak dirasakan



2

1

0

1
2/2 x 1 = 1
Menonjolnya masalah berat, harus segera ditangani ditandai dengan keluarga merasakan ada masalah, keputusan keluarga untuk segera diatasi / ditangani

JUMLAH
2  1/3









Tidak ada komentar:

Posting Komentar